Trump Ajukan Skema Tabungan Pensiun Baru, Ini Rincian Awalnya – Dalam pidato kenegaraannya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memaparkan rencana baru untuk membantu pekerja sektor swasta mempersiapkan dana pensiun, khususnya bagi mereka yang belum memperoleh fasilitas program pensiun dari perusahaan tempat mereka bekerja.
Trump menyoroti fakta bahwa sekitar separuh pekerja di Amerika masih belum memiliki akses pada program pensiun dengan kontribusi pendamping dari pemberi kerja. Untuk menjawab persoalan tersebut, ia menyatakan pemerintahannya akan membuka akses bagi kelompok pekerja yang selama ini belum terjangkau, agar dapat mengikuti program pensiun serupa dengan yang dinikmati pegawai federal.
Menurut Trump, pemerintah akan memberikan kontribusi pendamping hingga USD 1.000 per tahun bagi pekerja yang menyisihkan dana untuk masa pensiun mereka.
Gagasan ini sejatinya bukan konsep baru, namun tetap dipandang sebagai langkah positif untuk mengurangi kesenjangan akses tabungan pensiun di kalangan pekerja Amerika.
Mengutip laporan CNN (26/2/2026), pemerintahan Trump menyebut kebijakan ini bertujuan membantu jutaan pekerja berpenghasilan rendah dan menengah yang belum memiliki program pensiun perusahaan maupun sarana tabungan pensiun yang praktis dan terjangkau di tempat kerja.
Selama bertahun-tahun, pembuat kebijakan dan pakar pensiun berupaya menemukan solusi atas persoalan ini. Beragam usulan telah diajukan, sebagian sempat diterapkan, namun belum ada pendekatan yang benar-benar menyelesaikan masalah secara menyeluruh.
Salah satu kebijakan yang sudah berjalan adalah program IRA otomatis berbasis negara bagian yang kini diterapkan di 17 negara bagian. Kendati demikian, implementasinya masih terbatas karena menghadapi perdebatan politik dan berbagai keberatan.
Seorang pejabat pemerintah AS menyatakan bahwa sebagian besar inisiatif yang disampaikan Trump dapat direalisasikan melalui kewenangan administratif yang telah dimiliki pemerintah, tanpa harus menunggu persetujuan Kongres. Meski begitu, ia mengakui bahwa dukungan legislasi di masa mendatang tetap diperlukan untuk memperkuat kerangka kebijakan tersebut.
Kontribusi Pendamping Sebenarnya Sudah Disahkan
Pemerintah menegaskan bahwa tambahan dana yang dimaksud Trump merujuk pada program yang dikenal sebagai Saver’s Match. Program ini telah disahkan pada 2022 dan dijadwalkan mulai berlaku tahun depan.
Melalui skema ini, pekerja berpenghasilan rendah hingga menengah—yakni mereka yang berpendapatan di bawah USD 35.500 per tahun, atau USD 71.000 bagi pasangan suami istri—berhak memperoleh kontribusi tambahan dari pemerintah apabila menyisihkan dana untuk pensiun.
Ketentuannya, individu dapat menabung hingga USD 2.000 per tahun, atau USD 4.000 bagi pasangan, melalui program pensiun resmi seperti 401(k), IRA, maupun IRA otomatis. Jika memenuhi syarat, pemerintah federal akan memberikan tambahan dana hingga USD 1.000 untuk individu atau USD 2.000 bagi pasangan.
Konsep Rekening Baru ala Trump
Dalam pidatonya, Trump juga menyampaikan bahwa pekerja swasta akan memperoleh akses ke model tabungan pensiun yang serupa dengan program pegawai federal.
Skema yang diusulkan akan berbentuk rekening tabungan portabel yang dapat tetap digunakan meski pemiliknya berganti pekerjaan. Rekening tersebut menawarkan berbagai pilihan investasi berbasis indeks dengan biaya relatif rendah.
Saat ini, pegawai federal memiliki Thrift Savings Plan (TSP), yakni program tabungan pensiun mirip 401(k) dengan pilihan dana berbiaya rendah.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Marco Rubio pernah mengusulkan agar pekerja non-federal diberi akses langsung ke TSP. Namun, gagasan itu tidak terealisasi dan belum jelas mekanisme pelaksanaannya, menurut Kim Olson, pejabat senior perencanaan pensiun di Pew Charitable Trusts.
Selain itu, inisiatif tersebut juga sempat menghadapi resistensi dari sektor swasta.
Kevin Hassett juga pernah mendukung Rancangan Undang-Undang Tabungan Pensiun untuk Warga Amerika, yang mengusulkan sistem serupa TSP dengan pendaftaran otomatis bagi pekerja yang memenuhi syarat dan belum memiliki program pensiun perusahaan. Namun, menurut Mark Iwry, mantan penasihat senior Menteri Keuangan pada era Obama, penerapan skema tersebut memerlukan payung hukum dari Kongres.
Program untuk Generasi Muda
Selain fokus pada pekerja aktif, pemerintahan Trump juga merancang program rekening tabungan khusus bagi anak-anak warga negara AS yang memiliki nomor Jaminan Sosial. Program ini bertujuan mendorong kebiasaan menabung sejak dini.
Peluncuran rekening tersebut direncanakan pada Juli mendatang, dan Departemen Keuangan tengah menyusun aturan teknisnya.
Ketika pemilik rekening mencapai usia 18 tahun, rekening tersebut pada dasarnya akan bertransformasi menjadi IRA tradisional.
Program ini menyasar pekerja Tuna55 di perusahaan yang belum menyediakan fasilitas tabungan pensiun. Seperti IRA dan skema lainnya, program ini tetap dilengkapi insentif Saver’s Match untuk mendorong partisipasi pekerja berpenghasilan rendah dan menengah.
Meski opsi membuka IRA sebenarnya sudah tersedia sejak lama, data menunjukkan partisipasi masih rendah. Pekerja yang tidak memiliki akses program pensiun di tempat kerja tercatat 15 hingga 20 kali lebih kecil kemungkinannya untuk menabung di rekening pensiun dengan fasilitas pajak khusus.
Karena itu, rekening versi baru yang diusulkan Trump dinilai sebagai upaya memperkuat kebijakan sebelumnya yang belum berjalan optimal, sekaligus memperluas akses tabungan pensiun bagi kelompok pekerja yang selama ini tertinggal.

Leave a Reply