Putri Kim Jong Un Disebut Makin Mendekati Status Calon Pewaris Kekuasaan – Badan intelijen Korea Selatan, National Intelligence Service (NIS), mengungkapkan kepada para legislator pada Kamis (12/2/2026) bahwa mereka menilai putri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un semakin mendekati tahap penetapan sebagai penerus kepemimpinan negara tersebut. Penilaian ini disampaikan dalam sesi pengarahan tertutup kepada parlemen, sebagaimana diungkapkan anggota parlemen Lee Seong Kweun yang menghadiri pertemuan itu.
Menurut NIS, indikasi tersebut muncul di tengah langkah Kim Jong Un yang dinilai berupaya memastikan kelanjutan dinasti keluarganya hingga generasi keempat. Momentum ini juga bertepatan dengan rencana Korea Utara menggelar pertemuan politik terbesarnya, Kongres Partai Buruh, pada akhir bulan. Dalam forum itu, Kim diperkirakan akan memaparkan arah kebijakan nasional lima tahun ke depan sekaligus menguatkan struktur kekuasaan pemerintahannya.
Dalam pemaparan tertutup tersebut, pejabat intelijen menyatakan mereka memantau secara intens kemungkinan kemunculan putri Kim—yang diyakini bernama Kim Ju Ae dan diperkirakan berusia sekitar 13 tahun—di hadapan ribuan delegasi dalam kongres partai mendatang. Kehadirannya di acara sebesar itu dinilai dapat menjadi sinyal politik penting terkait arah suksesi kepemimpinan.
Kim Ju Ae pertama kali menarik perhatian publik internasional pada November 2022 ketika ia tampil bersama ayahnya dalam uji coba rudal jarak jauh. Sejak saat itu, frekuensi kemunculannya meningkat tajam. Ia terlihat mendampingi Kim Jong Un dalam berbagai agenda penting, mulai dari demonstrasi persenjataan, parade militer, hingga peresmian fasilitas industri.
Pada September tahun lalu, ia bahkan ikut dalam perjalanan ke Beijing saat ayahnya menghadiri pertemuan puncak dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Pertemuan tersebut menjadi yang pertama antara kedua pemimpin dalam enam tahun terakhir dan berlangsung di sela peringatan Perang Dunia II. Kehadiran sang putri dalam kunjungan diplomatik itu memicu spekulasi luas tentang peran politiknya di masa depan.
Spekulasi semakin menguat setelah ia mendampingi kedua orang tuanya saat kunjungan Tahun Baru ke Istana Matahari Kumsusan di Pyongyang. Kompleks mausoleum itu menyimpan jasad pemimpin pendiri Korea Utara Kim Il Sung serta penerusnya Kim Jong Il. Banyak analis menilai momen tersebut sebagai simbol kuat bahwa ia sedang dipersiapkan untuk melanjutkan garis kepemimpinan keluarga.
Awalnya, sejumlah pejabat Korea Selatan meragukan kemungkinan seorang perempuan akan dipilih sebagai pemimpin Korea Utara, mengingat tradisi politik negara itu yang konservatif dan selama ini didominasi laki-laki. Namun, peningkatan eksposur Kim Ju Ae dalam media resmi pemerintah Korea Utara membuat sebagian pengamat mulai mengubah penilaian mereka.
Dalam evaluasi sebelumnya pada September, NIS menyebut keputusan Kim Jong Un membawa putrinya ke luar negeri kemungkinan merupakan bagian dari strategi membangun narasi publik guna memuluskan proses transisi kekuasaan di masa depan. Kini, menurut Lee Seong Kweun, istilah yang digunakan badan intelijen telah berubah dari “pelatihan penerus” menjadi “tahap penunjukan penerus,” yang dianggap sebagai pergeseran signifikan.
NIS juga menyoroti beberapa indikator lain, seperti semakin seringnya kehadiran Kim Ju Ae dalam acara militer strategis, keterlibatannya dalam kunjungan keluarga ke situs simbolik negara, serta dugaan bahwa Kim Jong Un mulai melibatkannya dalam diskusi terkait kebijakan. Meski tampil menonjol, media resmi Korea Utara belum pernah menyebut namanya secara terbuka dan hanya menyapanya dengan julukan seperti “anak yang dihormati” atau “anak tercinta.”
Keyakinan bahwa namanya adalah Kim Ju Ae sebagian berasal dari pernyataan mantan bintang NBA Dennis Rodman, yang pernah mengatakan bahwa ia menggendong bayi perempuan Kim Jong Un saat berkunjung ke Pyongyang pada 2013. Intelijen Korea Selatan meyakini anak tersebut lahir pada tahun yang sama. Pada 2023, badan intelijen itu juga mengungkap kemungkinan bahwa Kim dan istrinya memiliki anak laki-laki yang lebih tua serta seorang anak ketiga yang identitasnya belum diketahui.
Kongres Partai dan Isyarat Suksesi
Sejak berdirinya Korea Utara pada 1948, kepemimpinan negara selalu berada di tangan laki-laki dari keluarga Kim—dimulai dari Kim Il Sung, dilanjutkan oleh Kim Jong Il, lalu Kim Jong Un. Pemimpin saat ini sendiri baru berusia 26 tahun ketika secara resmi ditunjuk sebagai pewaris pada konferensi partai tahun 2010, hanya dua tahun setelah ayahnya mengalami stroke. Setelah Kim Jong Il wafat pada 2011, Kim Jong Un langsung mengambil alih kekuasaan dengan waktu persiapan yang relatif singkat.
Pengalaman tersebut diyakini memengaruhi pendekatan Kim Jong Un dalam menyiapkan penerus sejak dini. Sejumlah analis menilai ia mungkin ingin memastikan transisi kekuasaan di masa depan berlangsung lebih terencana dibandingkan yang ia alami.
Kongres Partai Buruh yang dijadwalkan berlangsung akhir Februari—setelah sebelumnya diadakan pada 2016 dan 2021—dinilai berpotensi menjadi panggung penting untuk memberi sinyal formal mengenai arah suksesi. Analis senior dari Sejong Institute, Cheong Seong-Chang, berpendapat bahwa Kim bisa saja menempatkan putrinya pada posisi strategis seperti sekretaris pertama partai, jabatan yang berada tepat di bawah pemimpin tertinggi. Namun, ia menilai pengumuman semacam itu kemungkinan tidak akan disampaikan secara terbuka kepada dunia internasional.
Sebagian analis lain meragukan kemungkinan pemberian jabatan resmi dalam waktu dekat, mengingat aturan partai menetapkan usia minimum 18 tahun untuk menjadi anggota. Karena itu, jika memang ada penegasan status pewaris, tanda-tandanya diperkirakan muncul secara simbolis dan halus, misalnya melalui pernyataan partai yang menekankan keberhasilan Korea Utara mempertahankan sistem politiknya melalui pewarisan revolusi lintas generasi.
Pengamat Koh Yu-hwan menyebut bahwa narasi semacam itu bisa menjadi indikator tidak langsung bahwa posisi Kim Ju Ae sebagai calon penerus telah ditegaskan. Menurutnya, dalam sistem politik Korea Utara, pesan simbolik sering kali lebih bermakna daripada deklarasi terbuka. Tuna55

Leave a Reply