Pemenang pemilu Thailand, Bhumjaithai, Merampungkan Kesepakatan Koalisi dengan Pheu Thai – Partai Bhumjaithai Thailand, yang meraih kemenangan telak dalam pemilihan umum 8 Februari, akan bergabung dengan Partai Pheu Thai yang berada di posisi ketiga untuk membentuk pemerintahan koalisi, demikian disampaikan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul pada Jumat (13 Feb).

Kemenangan Mengejutkan Oleh Partai Bhumjaithai

Di bawah kepemimpinan Anutin, Bhumjaithai mencatat kemenangan mengejutkan pada Minggu dengan mengamankan 193 kursi di DPR yang beranggotakan 500 orang. Partai People’s Party yang berhaluan reformis berada di posisi kedua dengan 118 kursi, sementara Pheu Thai yang beraliran populis memperoleh 74 kursi, berdasarkan perhitungan Reuters dari data komisi pemilihan.

Dukungan Pheu Thai — yang didukung mantan perdana menteri miliarder Thaksin Shinawatra yang kini dipenjara — diperkirakan memberi Anutin mayoritas parlemen yang kuat, sekaligus membuka peluang terbentuknya pemerintahan yang stabil.

Kami akan bekerja sama sebagai satu pemerintahan dan mengelola negara agar bisa memberikan hasil terbaik bagi bangsa, kata Anutin kepada wartawan setelah melakukan pembicaraan dengan pimpinan Pheu Thai.

Kesempatan untuk Anutin Charnvirakul

Sebelumnya, Bhumjaithai merupakan bagian dari koalisi pemerintahan yang dipimpin Pheu Thai setelah pemilu 2023. Namun partai tersebut keluar dari aliansi pada Juni tahun lalu setelah bocornya percakapan telepon antara perdana menteri saat itu, Paetongtarn Shinawatra, dan mantan pemimpin Kamboja Hun Sen.

Paetongtarn kemudian diberhentikan melalui putusan pengadilan, yang membuka jalan bagi Anutin untuk menjabat sebagai perdana menteri.

Kurang dari 100 hari setelah berkuasa, Anutin yang berusia 59 tahun membubarkan parlemen pada Desember, memicu pemilu dadakan yang akhirnya ia menangi di tengah gelombang nasionalisme akibat konflik perbatasan sengit dengan Kamboja.

Mari kita lupakan kesalahpahaman di masa lalu, ujar Anutin. Kami ingin bekerja bersama dan memimpin negara bersama.

Menurut Titipol Phakdeewanich, pengamat politik dari Universitas Ubon Ratchathani, langkah Bhumjaithai menggandeng Pheu Thai merupakan keputusan realistis untuk memperkuat koalisi sekaligus memanfaatkan jaringan bisnis yang terkait dengan Thaksin.

Hasil ini sebenarnya tidak mengejutkan — hubungan mereka selama ini memang campuran antara kerja sama dan persaingan, jelasnya.

Jika jumlah kursi mereka digabungkan, keduanya bisa melihat peluang terbentuknya pemerintahan koalisi yang kuat.

Pekan ini Bhumjaithai juga memperoleh dukungan dari enam partai kecil dengan total delapan kursi, kata juru bicara Nan Boonthida Somchai, sehingga koalisi yang dipimpin kelompok konservatif itu memiliki sekitar 275 kursi di parlemen.

Menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang membutuhkan pemerintahan stabil, Anutin menegaskan Bhumjaithai akan terus menjalin komunikasi dengan partai lain agar bergabung dalam koalisi.

Kami menginginkan kekuatan dan stabilitas, ujarnya kepada Tuna55


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *