SPPG Klarifikasi Kasus Dugaan Keracunan MBG di Cimahi yang Libatkan 43 Orang – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangmekar 2, Nur Arif Putra Pratama, memaparkan kronologi kejadian terkait laporan puluhan siswa dan guru yang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (25/2).

Pada hari tersebut, paket MBG yang dibagikan berisi onigiri, telur rebus, minuman sari gandum, kurma, biskuit Regal, serta susu.

Setelah menerima informasi adanya keluhan, pihak SPPG segera menjalin koordinasi dengan fasilitas layanan kesehatan di wilayah setempat agar para siswa dan guru dapat memperoleh pemeriksaan serta penanganan medis secara cepat.

“Kami juga berupaya memberikan penjelasan kepada orang tua siswa agar tetap tenang, sekaligus menyampaikan informasi terkait kandungan gizi serta permohonan maaf,” kata Nur dalam pernyataan tertulis yang dikutip Jumat (27/2).

Sampai Rabu malam, jumlah orang yang dilaporkan terdampak mencapai 43 orang dan telah menjalani pemeriksaan di beberapa rumah sakit di Cimahi. Gejala yang muncul di antaranya muntah lebih dari dua hingga tiga kali. Meski demikian, tidak ditemukan kasus dengan kondisi serius maupun kritis.

Sebagai langkah lanjutan, sampel makanan yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut telah diamankan untuk diuji di laboratorium. Nur menambahkan bahwa laporan kronologi kejadian sudah disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) dan pihaknya siap berkoordinasi dengan aparat kepolisian bila diperlukan tindakan lanjutan.

Ia juga menegaskan bahwa proses produksi makanan pada hari kejadian telah mengikuti prosedur operasional standar. Berdasarkan catatan, bahan baku diterima pada 24 Februari 2026 pukul 07.00 WIB, lalu langsung melalui pemeriksaan kualitas oleh tenaga ahli gizi sebelum disimpan di lemari pendingin.

Tahap persiapan dimulai pukul 12.30 WIB dengan penerapan protokol kebersihan, termasuk enam langkah mencuci tangan, penggunaan alat pelindung diri lengkap, serta pencucian bahan di bawah air mengalir.

Ayam direbus pada pukul 13.30 WIB untuk dijadikan ayam suwir, nasi dimasak sekitar pukul 16.00 WIB, sementara pembentukan onigiri dilakukan pukul 20.30 WIB oleh relawan yang dinyatakan sehat.

Makanan kemudian didistribusikan pukul 06.50 WIB dan dikonsumsi siswa sekitar pukul 12.00 WIB. Seluruh rangkaian produksi disebut berlangsung di bawah pengawasan langsung Kepala SPPG bersama tim terkait. Tuna55

“Saat ini penyelidikan mengenai penyebab penurunan mutu makanan masih berlangsung bersama Dinas Kesehatan dan tim kesehatan lingkungan,” tutupnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *